Kita Peduli Kita Bisa Atasi

KEGIATAN SOSIAL DI DESA CEPOKOSAWIT

Sebuah usaha bersama dari masyarakat yang tergabung dalam suatu kelompok, berencana melakukan kegiatan pengelolaan usaha bersama dalam bentuk pemeliharaan kambing, dimana mulai adanya program PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Kemasan mulai  tahun 2008 oleh  kelompok masyarakat yang  akan memanfaatkan Bantuan Langsung Masyarakat ( BLM ) PNPM Mandiri Perkotaan, khususnya kegiatan Kambing Bergulir oleh masyarakat yang tergabung dalam KSM . Untuk persiapan di tingkat kelompok  masyarakat perlu kiranya dilakukan rembug-rembug yang terkait dengan beberapa kebutuhan kelompok, antara lain :

  1. Rembug prioritasi penerima manfaat Rencana Kegiatan Kambing Bergulir untuk Gakin
  2. Rembug kesiapan swadaya masyarakat  untuk masing-masing anggota yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat
  3. Rembug penetapan jumlah kambing dan pemilihan kualitas kambing yang akan diterima oleh KSM, disesuaiakan dengan kondisi dan kemampuan kelompok
  4. Rembug  persiapan rencana pengelolaan kedepan, termasuk pengendalian,pengawasan dan monitoring Evaluasi
  5. Rembug  persiapan penyusunan proposal kegiatan

Dengan berbekal berbagai rembug tentunya ada keterlibatan langsung calon anggota KSM dan penerima manfaat dalam kegiatan tersebut, dan ini diharapkan ada trasnparansi dan akuntabilitas diantara anggota kelompok pengelola Kambing . Kalau dilihat dari sisi ekonomis pengelolaan kambing di tingkat keluarga ada nilai positif yang melandasi pengelolaan ekonomi rumah tangga yang baik, diantaranya :

  • Kesadaran dan motivasi yang kuat dari semua anggota keluarga untuk mencapai pertumbuhan dan kehidupan ekonomi yang baik
  • Menggerakkan seluruh kemampuan dan potensi  ekonomi keluarga guna mencapai tingkat pendapatan yang lebih tinggi
  • Adanya pengendalian berupa perencanaan ekonomi rumah tangga dan pengendalian pelaksanaannya sehari-hari secara ta’at dan disiplin
  • Adanya keterbukaan,kejujuran,disiplin serta kerjasama semua anggota
  • Adanya susunan prioritas kebutuhan dan alokasi sumber ekonomi didasarkan atas tingkat kemendesakan kebutuhan

Di Desa Cepokosawit rencana kegiatan Kambing bergulir akan dimanfaatkan oleh  30 orang  yang tersebar dalam :

No Nama KSM Alamat BLM PNPM Swadaya Rencana Jumlah Kambing yang diterima Pemanfaat
1 Gombangan Jaya Gombangan RT  4 / I 700.000 100.00 2 ekor 4 orang
2 Mandiri Sejahtera Blethengan RT 2 / I 1.000.000 200.00 2 ekor 8 orang
3 Sejahtera Kenteng     RT 6 /I 1.250.000 1.500.000 2 ekor 8 orang
4 Turangga Gambuhan RT 3 / I 1.000.000 1.000.000 1 ekor 5  orang
5 Rejeki Lancar Satriyan RT 5/I 1.250.000 500.000 2 Ekor 5 orang
Jumlah 5.200.000 3.300.000 7 ekor 30 orang

Tehnis pengelolaan kegiatan Kambing bergulir, yaitu sebagaimana diatur dalam kesepakatan antar anggota kelompok pemanfaat yang tergabung dalam KSM adalah sebagai berikut :

  • Satu KSM mendapatkan jumlah ekor kambing disesuaikan dengan jumlah dana BLM yang diterima per KSM
  • Apabila pada saat pengelolaan Kambing mengalami kesehatan yang kurang baik, ada inisiatif dari anggota kelompok untuk mencarikan Mantri Hewan
  • Apabila pada saat pengelolaan Kambing ada yang mati, ada inisiatif dari anggota kelompok untuk mencarikan bukti/keterangan Kambing mati karena penyakit,tua,atau pada saat persalinan, dan diberitahukan kepada Unit Pengelola Sosial BKM makmur Desa Cepokosawit dan pihak Pemerintah Desa ( dalam bentuk surat pemberitahuan ).
  • Apabila pada saat pengelolaan Kambing ada yang mandul, ada inisiatif dari anggota kelompok untuk memberikan keterangan bahwa Kambing Majer/mandul setelah sekian bulan dipelihara oleh KSM dan diberitahukan kepada Unit Pengelola Sosial BKM makmur Desa Cepokosawit dan pihak Pemerintah Desa ( dalam bentuk surat pemberitahuan ).
  • Untuk menghindari pengelolaan Kambing dikemudian hari tidak banyak kendala dalam pemeliharaan perlu kiranya dilakukan survey agar mendapatkan kualitas Kambing yang baik.
  • Ada pola pelaporan dari anggota KSM apabila Kambing yang dikelola/dipelihara sudah ada anak, dan ada kesepakatan model yang akan dipakai dalam mengalihkan induk Kambing, setelah masa anak Kambing siap untuk disapeh dari induknya
  • Perlu adanya seleksi untuk calon pemanfaat berikutnya terhadap induk  Kambing yang akan digulirkan kemasyarakat

Keterlibatan masyarakat sebagai  control social di masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola dalam hal ini Unit Pengelola Sosial BKM Makmur Desa Cepokosawit serta peran aparat desa Cepokosawit juga memegang peranan dalam mensukseskan kegiatan Kambing bergulir, serta dinas perternakan yang ada diwilayah Kecamatan sawit pada umumnya. Anggota BKM Makmur juga mempunyai peran dalam monitoring pelaksanaan kegiatan Kambing bergulir , pencatatan dan monitoring dimaksudkan untuk memperoleh data sebagai bahan dalam melalukan evaluasi, apakah rencana yang disusun dapat dilaksanakan, apa terdapat penyimpangan, seberapa besar/jauh penyimpangan tersebut, mengapa bias terjadi dan bagaimana memperbaikinya.

Berikut petikan wawancara dengan salah satu anggota KSM Sejahtera Kegiatan Kambing Bergulir di Desa Cepokosawit

Apa manfaat yang akan dirasakan dengan adanya kegiatan Kambing bergulir ?

Anggota KSM : Senang , untuk menambah kegiatan harian biar tidak melamun, ada  perubahan pola pikir dan perilaku pada seseorang serta ada kepedulian dari masyarakat sekitar, wawasan terbuka untuk bersosialisasi dengan warga sekitar.

Apabila sudah berkembang, apa rencana selanjutnya ?

Anggota KSM : Dikembangkan untuk persiapan biaya sekolah, dan pemenuhan biaya keluarga

Apa masukan atau saran untuk UPS BKM dengan keberadaan Kegiatan Kambing Bergulir ?

Anggota KSM : Unit Pengelola Sosial diminta melakukan pemetaan terhadap pemanfaat lain                       ( pemelihara kambing ) agar kegiatan kambing bergulir tidak berhenti sesaat

Sebuah niat yang tulus dari setiap anggota Kelompok Swadaya Masyarakat akan berdampak pada hasil yang memberikan nilai lebih dan tinggi harganya dibandingkan kalau penerima manfaat hanya mengharap bantuan tanpa ada niat untuk berusaha dan mengembangkan apa yang direncanakan,dikelola,diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat. Demikian sebaris tulisan yang kami ungkapkan dari hasil pengalaman dimasyarakat yang tergabung dalam KSM dalam perencanaan kegiatan kemasyarakat dalam bentuk pengelolaan Kambing yang diperuntukkan oleh masyarakat miskin yang membutuhkan uluran tangan dari masyarakat yang mampu ataupun dari program-program Pemerintah dan dikemas dalam program Pemberdayaan Masyarakat.

About these ads

One response

  1. cindy

    wah baguz bnget cma mau salam buat jalu love

    23 September, 2012 pukul 9:35 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.