Kita Peduli Kita Bisa Atasi

Ijinkan Aku Hidup

Kegiatan SosialPelaksanaan program Imunisasi di Tanah Air masih belum optimal akibat minimnya akses penduduk didaerah terpencil. Hal ini diperparah oleh kurangnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi untuk menurunkan angka infeksi. Padahal imunisasi dasar lengkap membantu menurunkan angka kematian bayi dan anak balita akibat berbagai penyakit berbahaya. Karena itu cakupan imunisasi harus terus ditingkatkan hingga mencapai 100 persen agar tidak ada kelompok bayi dan anak balita yang rentan terpapar penyakit berbahaya. Menurut survey demografi dan kesehatan tahun 2002-2003 penyebab utama kematian bayi dan anak balita di Indonesia adalah infeksi saluran nafas ( pneumonia ), diare,tetanus dan kelainan saraf. Sejumlah penyakit berbahaya itu disebabkan karena virus atau bakteri dan dipengaruhi gizi kurang, lingkungan padat dan penuh polusi.
Pencegahan penyakit bayi dan anak balita secara umum dilakukan dengan menjaga kesehatan ibu hamil,keluarga berencana, pemberian ASI,perbaikan gizi,menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan. Hal ini juga terkait dengan kesehatan ibu pada saat kehamilan, juga kiranya perlu ada penanganan akan penanganan imunisasi ataupun penambahan gizi bagi ibu hamil dan jangan sampai ada penundaan dengan alasan yang kurang dapat diterima, karena kalau kita melihat ada beberapa wilayah yang penduduknya belum peduli akan keberadaan ibu hamil ( melihat kondisi kesehatannya ) karena kehamilan dianggap sebagai hal yang wajar dan bakal terjadi pada semua perempuan didunia ini, hal tersebut perlu ada semacam sosialisasi atau pemberian pemahaman kepada masyarakat secara luas terkait dengan keberadaan kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi dan anak balita. Dengan bercermin dari hal tersebut diatas perlu kita sayangkan bahwa masih ada kelompok masyarakat yang belum mau mengimunisasikan bayi dan balita serta ibu hamil, itu berarti orang itu belum sadar karena dengan imunisasi tidak akan dengan mudah bayi dan anak balita terkena penyakit berbahaya, resiko kematian tinggi dan penularan karena lingkungan yang kotor.
Dengan melihat ilustrasi diatas apabila dikaitkan dengan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat diKabupaten Boyolali, yang salah satu kegiatan TRI DAYA yaitu Daya Sosial pemanfaatan Bantuan Langsung Masyarakat juga diarahkan pada pemenuhan kesehatan Bayi,anak balita dan ibu hamil, dengan memberdayakan lembaga kesehatan yang ada di desa ( Posyandu,PKK dan kegiatan – kegiatan yang terkait langsung dengan penanganan kesehatan masyarakat ). Dan juga memanfaatkan tenaga medis ( Bidan Desa ) sebagai pelaksana tehnis dilapangan khususnya kesehatan bayi,anak balita dan ibu hamil. Terkait dengan hal tersebut program PNPM dengan DAYA Sosial yang dimotori oleh Badan Keswadayaan Masyarakat melalui tenaga Unit Pengelolaan Sosial mengajak masyarakat untuk memberikan sumbangan pemikiran,tenaga dalam penanganan kesehatan diwilayah desa masing-masing. Sasaran atau pemanfaat kegiatan social yang salah satunya Pemberian Tambahan Makanan untuk bayi,anak balita dan Ibu hamil serta kaum lansia dilihat dari hasil pemetaan swadaya ( PS2 ) criteria miskin ataupun sesuai dengan hasil criteria kemiskinan yang disepakati khususnya yang terkait dengan kesehatan masyarakat seperti :
• Pola makan sehari-hari
• Pemanfaatan sarana kesehatan yang ada disekitar wilayah ( misal: Bidan Desa.Puskesmas atau menggunakan obat tradisional )
• Tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan keluarga ( bayi,anak balita ,ibu hamil dan kesehatan lingkungan sekitar )
• Kondisi rumah tinggal yang kurang layak huni
Hal – hal tersebut diatas perlu kiranya ada penanganan khusus dan dibutuhkan sebuah perencanaan yang baik agar kegiatan social ( penambahan makanan tambahan ) untuk bayi,anak balita, ibu hamil dan lansia dapat berlangsung menerus tanpa harus mengandalkan bantuan dari pemerintah ataupun program-program kesehatan yang akan dating. Karena kesehatan merupakan hak/kebutuhan seseorang secara pribadi atau secara kelompok .
Keterlibatan masyarakat sebagai control social di masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola dalam hal ini Unit Pengelola Sosial serta peran aparat desa Cepokosawit juga memegang peranan dalam mesukseskan kegiatan penambahan makanan tambahan, serta dinas Kesehatan yang ada diwilayah Kecamatan sawit pada umumnya.
Sebuah niat yang tulus dari setiap anggota Kelompok Swadaya Masyarakat akan berdampak pada hasil yang memberikan nilai lebih dan tinggi harganya dibandingkan kalau penerima manfaat hanya mengharap bantuan tanpa ada niat untuk berusaha dan mengembangkan apa yang direncanakan,dikelola,diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s