Kita Peduli Kita Bisa Atasi

Pemasaran Sosial

img_2501BKM merupakan organisasi nir laba yang memberi pelayanan kepada warga masyarakat untuk memperjuangkan isu penanggulangan kemiskinan tanpa memperhitungkan imbalan laba. Tugas BKM adalah membangun kepedulian berbagai pihak untuk bersama – sama menanggulangi kemiskinan terutama pada wilayah kelurahan/desa setempat. Dengan kata lain anggota BKM dan perangkat organisasinya merupakan agen perubahan sosial masyarakat serta wakil untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Gagasan – gagasan perubahan sosial sesuai dengan tujuan pembangunan yaitu untuk menjadikan masyarakat lebih maju, lebih mandiri dalam memecahkan persoalan kemiskinan yang pada kahirnya akan mencapai kepada cita – cita kesejahteraan dalam berbagai bidang (kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sebagainya).

Perubahan sosial yang difasilitasi oleh BKM yaitu :
• Mendorong masyarakat yang tidak berdaya dan selalu menggantungkan diri pada orang lain, menjadi masyarakat yang mampu membangun dirinya sendiri dengan cara terlibat aktif dari mulai perumusan masalah, kebutuhan, perencanaan, monitroing dan evaluasi dalam setiap kegiatan program penangggulangan kemiskinan.
• Mendorong kepedulian warga untuk menyisihkan waktu dan tenaga untuk membantu penanggulangan kemiskinan dengan menjadi relawan – relawan warga yang akan bertindak memfasilitasi keseluruhan proses daur program (siklus penanggulangan kemiskinan) dan menyumbangkan pemikiran ataupun dana untuk kegiatan – kegiatan program.
• Membangun kembali modal sosial di masyarakat yang selama ini sudah mulai luntur dengan dilandasi oleh nilai – nilai kejujuran, keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan nilai – nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan lainnya.
• Menjamin adanya kebijakan yang adil bagi semua pihak, dengan tidak membeda – bedakan golongan, status sosial, jenis kelamin dan perbedaan lainnya. Kebijakan yang dikeluarkan semata – mata untuk menanggulangi kemiskinan, artinya peruntukan dana – dana yang ada maupun programnya harus berorientasi pada kebutuhan warga miskin termasuk kaum perempuan. Kebijakan – kebijakan ini bisa tercermin dalam pranata – pranata yang disusun oleh BKM bersama masyarakat dan PJM Pronangkis.

Dalam melakukan proses perubahan, BKM dan masyarakat tidak dapat bekerja sendiri karena permasalahan kemiskinan yang dihadapi begitu kompleks. Diperlukan sumberdaya baik itu sumber daya manusia, sumber dana dari pihak lain dalam menjalankan programnya. Oleh karena itu BKM harus bertindak sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dan sektor swasta dengan cara menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu pihak pemerintah maupun sektor swasta ( perguruan tinggi, pengusaha, LSM dan kelompok peduli lainnya). Artinya BKM harus mampu mendorong kepedulian berbagai pihak untuk mendukung gagasan – gagasan perubahan sosial dalam penanggulangan kemiskinan.

Agar gagasan – gagasan perubahan tersebut dapat diterima dan mendapat dukungan berbagai pihak, maka BKM perlu mengkampanyekan (mempromosikan) kegiatan – kegiatan dan program – program penanggulangan kemiskinan yang sudah dan akan dilaksanakan agar diketahui, dipahami dan pada akhirnya menjadi tanggungjawab semua pihak. Kampanye tidak ubahnya seperti ‘iklan’/pemasaran untuk menjual produk , hanya saja dalam hal ini yang dijual adalah gagasan – gagasan sosial untuk penanggulangan kemiskinan, oleh karena itu pemasaran dalam bidang ini sering disebut sebagai pemasaran sosial.

Pemasaran Sosial ( Social Marketing)

Pemasaran adalah sebuah rangkaian kegiatan yang dimanfaatkan untuk memperoleh perhatian dari pembeli potensial, memotivasi calon pembeli agar membeli, mendapatkan mereka untuk sungguh – sungguh membeli, dan berusaha untuk mengajak mereka untuk membeli dan membeli lagi. Menurut Hermawan Kertajaya, pada prinsipnya marketing adalah sesuatu yang sangat sederhana, yaitu seni “menjual” diri atau organisasi.

Di dunia bisnis, marketing diartikan sebagai “kegiatan bisnis – fenomena perdagangan”, produk yang dijual bisa berupa barang atau jasa yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi dan bersifat profit. Sedangkan pemasaran sosial, adalah strategi “ menjual gagasan” untuk mengubah pemikiran, sikap, perilaku masyarakat atau kelompok – kelompok tertentu, terhadap isu atau gagasan yang ditawarkan.

Pemasaran sosial yang berkembang selama ini dilakukan oleh berbagai lembaga untuk memasarkan gagasan – gagasan yang berhubungan dengan perubahan sosial kepada masyarakat dan juga berbagai pihak lain yang bertujuan agar masyarakat mau berubah sikap dan perilakunya dalam pembangunan. Dalam hubungannya dengan BKM, gagasan sosial – gagasan sosial ini justru sudah dilakukan oleh masyarakat, yang perlu dilakukan adalah memasarkan perubahan – perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku yang sudah dilakukan oleh masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan kepada pihak luar. Diharapkan dengan melalui promosi dan mengkampanyekan apa yang sudah dilaksanakan oleh BKM dan masyarakat kepada pihak luar , baik berupa PJM Pronangkis maupun proses – proses yang dilakukan , pihak luar akan peduli dan mendukung BKM untuk mengimpelmentasikan gagasan – gagasan yang sudah disusun oleh masyarakat. Berdasarkan pengalaman, penerapan strategi pemasaran dalam dunia sosial terbukti dapat memberdayakan organisasi dalam memperoleh dukungan sumberdaya manusia (berupa bantuan teknis) maupun sumber dana potensial yang berasal dari para pihak (masyarakat, pemerintah maupun sektor swasta).

Lebih jauh lagi , pemasaran sosial berhubungan erat dengan kemitraan dan kebijakan. Upaya mendorong perubahan perilaku pada kalangan pengambil keputusan , baik itu lembaga pemerintah ataupun swasta, pada akhirnya diharapkan mampu mendorong tersusunnya sebuah kebijakan. Ketika pemerintah “membeli” gagasan sosial yang ditawarkan oleh BKM , misal melibatkan masyarakat dalam pengembangan program, diharapkan pemerintah bisa mengadopsi dan membuat kebijakan perencanaan partisipatif untuk program – program pembangunan. (by Marnia Nes)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s