Kita Peduli Kita Bisa Atasi

MASIH ADA JALAN

“KEKURANGANKU BUKANLAH TAKDIR”

(BKM Adil Makmur, Desa Doplang Kec. Teras, Kab Boyolali)

 Kemiskinan adalah penyakit sosial yang dijumpai tidak hanya di negara-negara berkembang, namun juga di negara-negara maju. Ramai yang mengatakan bahwa kemiskinan adalah sebuah takdir sosial yang sulit diingkari. Sehingga banyak kalangan Kemiskinan adalah penyakit sosial yang dijumpai tidak hanya di negara-negara berkembang, namun juga di negara-negara maju. Ramai yang mengatakan bahwa kemiskinan adalah sebuah takdir sosial yang sulit diingkari. Sehingga banyak kalangan yang berpendapat bahwa kemiskinan adalah salah satu persoalan yang menyebabkan munculnya ketimpangan sosial.

Pertanyaannya adalah apakah kemiskinan kita diciptakan atau jangan-jangan kita malas untuk mencari nafkah. Kalau kita lihat nelayan yang pergi berhari-hari mencari ikan di laut, seharusnya mereka adalah kelompok yang jauh dengan kemiskinan. Demikian pula dengan petani, jika kita lihat dari keringat yang mereka keluarkan, sejatinya mereka tidak berada dalam roda kemiskinan.

Selain hal tersebut di atas masih banyak kita jumpai kemiskinan yang ada di Indonesia. Kita ambil contoh seorang yang kurang beruntung yaitu Mulyono seorang tukang bangunan yang mempunyai istri yang setia dan dua orang anak yang kedua-duanya masih dibawah 8 tahun. Saat kami bertemu dengan bapak Mulyono dirumahnya yang sempit terbuat dari anyaman bambu  (tabak )kami sempat mengelus dada dan dalam hati kami bertanya-tanya nyamankah menghuni rumah seperti ini.

Ketika kami bertanya di manakah tempat tidur bapak, apakah tidak bocor saat hujan deras? Bapak Mulyono langsung menceritakan pengalamanya saat hujan deras disertai angin “Kulo lenggah wonten pojokan kalih ndekep anak kulo ingkang ageng trus ibune ndekep anak kulo ingkang alit, untung mboten banjir mas” (saya duduk di pojok sambil meluk anak saya yang besar dan istri saya meluk anak saya yang kecil, untungnya tidak banjir mas) jawabnya. Pak Mulyono juga menceritakan tentang kesehatan anaknya yang kurang bagus. Anak ke-2 nya mengalami gizi buruk. Setelah kami ngobrol cukup lama maka kami/BKM bersama Rt, Rw, Kades setempat dengan difasilitasi faskel mengadakan rembug untuk membangun rumah bapak Mulyono.

      Dari hasil rembug didapat kesepakatan bahwa rumah Mulyono ini berhak mendapatkan bantuan dari PNPMMP dan juga swadaya masyarakat. Setelah selesai rembug tingkat Desa maka bapak Rt juga mengadakan pertemuan dengan warganya yang dihadiri juga bapak Mulyono. Dalam pertemuan itu membahas teknis pelaksanaan dan pembentukan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang akan membatu dalam pelaksanaanya. KSM segera membuat Rencana Anggaran Biaya sehingga didapat besar biaya pembangunan rumah tersebut berapa kemampuan swaday dan donator masyarakat yang dan langsung di buat Berita Acara Kesepakatan Swadaya setelah itu KSm membuat proposal dan diajukan ke BKM. Setekah melalui proses verifikasi dan lain sebagainya maka dana BLM II tahun anggara 2008  bisa dimanfaatkan. Sesuai dengan yang di ajukan melalui perhitungan rencana anggaran maka bapak Mulyono mendapatkan dana Rp. 8.300.000,- Dan harus berswadaya Rp. 8.843.000,- Termasuk donator masyarakat.

KSM bersama dengan pemanfaat membelanjakan material yang dibutuhkan, setelah material dikirim Bapak Mulyono sebagai penerima manfaat sekaligus anggota KSM mencatat material yang masuk apakah sesuai dengan yang diminta atau belum. Dalam kegiatan ini sangat transparan karena semua warga terlibat didalamnya. Dengan terus dimonitoring ileh BKM, Pemdes, Faskel dan masyarakat kegiatan ini berjalan dengan lancar.

 Setelah material datang langsung dibongkar rumah bapak Mulyono dengan gotong-royong warga setempat. Karena tidak ada tempat untuk berteduh lagi maka dibangunlah rumah sementara seperti yang terlihat pada gambar. Pelaksanaan pembangunan ini berlangsung 2 minggu dengan gotong-royong masyarakat sekitar. Dengan rencana rumah ukuran 6m x 7m dengan menambah bangunan jamban karena sebelumnya keluarga bapak Mulyono belum mempunyai jamban. Rencana rumah ini sangat sederhana tetapi cukup nyaman untuk dihuni dan tujuanya adalah rumah sehat.

 Dalam kegiatan ini masyarakat sekitar bersedia menyumbangkan tenaga, bambu, genting bekas dan beberapa bahan yang mereka punya dan dibutuhkan. Yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah tingkat partisipasi masyarakat yang besar bahkan Bapak Kepala Desa pun ikut menyumbangkan pemikiran serta tenaganya dan itu lah harapan dari PNPM Mandiri Perkotaan.

 Setelah 2 minggu pembangunan rumah itu pun selesai dan terwujud Rumah Idaman bapak Mulyuno karena bapak Mulyono juga ikut merencanakannya. Selanjutnya adalah proses penyusunan LPJ (laporan Pertanggung Jawaban) yaitu laporan hasik kegiatan lapangan dan administrasinya supaya masyarakat semua jelas tentang alokasi dana BLM maupun Swadaya tersebut.

Ini adalah sebagian kecil pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, masih banyak lagi kisah hidup seperti bapak Mulyono dan banyak juga bantuan pemerintah yang di tujukan ke masyarakat dalam upaya mengentaskan kemiskinan baik dalam bantuan fisik atau infra strutur, Sosial, maupun program pinjaman. Setelah kami terlibat dalam kegiatan ini kami kira kemiskinan ada salah satun penyebabnya adalah kurangnya akses informasi baik dalam mencari lapangan pekerjaan, mendapatkan pinjaman untuk berwira usah dan bagaimana berwira usaha yang baik. maka dari itu informasi sangat penting untuk masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan PNPM Mandiri  Perkotaan akan membantu dalam hal tersebut.

 

Oleh: BKM  Desa Doplang

3 responses

  1. wkekekekekek….. pak mulyono…..
    semoga hidup panjenengan bisa lebih baik….. brarti next ikut kegiatan sosial di PNPMMP.
    ayo temen-temen fasilitator. tetap semangat!!!!!!!

    24 November, 2009 pukul 10:01 AM

  2. slam kenal dari saya, PNPM Mandiri Perdesaan.
    Teman teman PNPM P2KP Boyollali
    “LUA BIASA”

    4 Desember, 2009 pukul 12:43 PM

  3. wawan sutiawan

    Saya sangat terharu dengan yang anda lakukukan dalam melakukan langkah-langkah kecil tetapi miliki manfaat besar untuk mengentaskan kemiskinan direpublik ini.
    yang anda kata sangat benar namun kt mereka uda memiliki t4 tinggal yang layak dan memiliki modal, ada masalah yang penting yang harus mereka tau yaitu bagaimana cara mengelolah semua itu agar dapat meraka pertahankan bahkan bertambah menjadi besar dari yang ada saat ini, (manajemen pengelohan usaha). ini lah yang harus menjadi PR kita bersama.
    Trims Bung, Sukses Selalu

    19 Februari, 2010 pukul 2:17 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s