Kita Peduli Kita Bisa Atasi

BEST PRACTICES

PAKET

MEMBANGUN KEMBALI JEMBATAN NGARGOREJO

Meluapnya Sungai  Bengawan Solo pada tahun 2008 mengakibatkan jembatan penghubung dua desa Ngargorejo dan Desa Denggungan di kabupaten boyolali hancur. Jembatan yang dirintis oleh masyarakat pada tahun 1989 itu praktis tidak dapat digunakan lagi. Lebih dari 130 KK yang biasanya memanfaatkan jembatan untuk beraktifitas pun tidak bisa lagi memanfaatkan jembatan tersebut. Praktis mereka harus berputar atau dengan terpaksa harus turun kesungai sepanjang 30 M untuk menyeberangi sungai itu. Termasuk diantaranya anak-anak SD ataupun Pedagang kecil yang hendak menjajakan Daganganya di waduk Cengklik sebuah waduk obyek wisata yang berada sekitar 500 M dari Jembatan tersebut.

MEMBENTUK PANITIA KEMITRAAN.

Sadar bahwa, Jembatan adalah sebuah penghubung dua Desa,,

Warga bersama BKM pun berembug guna membahas pembangunan  jembatan. Hasilnya, disepakati jembatan harus dibangun kembali,dan terkumpulah dana sebesar ± 50.000.000,00. Dan ternyata masih sangat jauh dari harapan untuk bisa mewujudkan impiannya membangun jembatan sepanjang 30m. Rembug pun dilakukan lagi dan melalui BKM mengusulkan kegiatan pembangunan jembatan masuk dalam PJM Pronangkis. Karena Dana BLM dan swadaya tidak cukup untuk mendanai kegiatan tersebut maka ketika ada PAKET tahap 3 tahun 2009 BKM mempunyai gagasan untuk mengusulkan melalui PAKET.

Warga kedua desa tersebut kemudian melakukan rembug warga untuk membentuk Panitia kemitraan dengan nama “Pakem Manunggal Jaya”. mereka bermitra dengan Dinas PU Kecamatan Ngemplak untuk menyusun DED ( Detail Engginering Desain) dan RAB (Rencana Anggran Biaya) dengan rician sumber dana swadaya Rp. 58.561.000,- , dana APBD sebesar Rp. 30.000.000,- dari dana PAKET Rp.80.000.000,- dengan total dana Rp. 168.561.000,- . Akhirnya tersusunlah sebuah proposal untuk diajukan ke Pokja PAKET Kab. Boyolali.

Setelah diverivikasi baik proposal maupun lapangan oleh POKJA PAKET, akhirnya Pokja menyetujui usulan tersebut dan  LAYAK untuk dilaksanakan melalui Program PAKET.

MEMBANGUN KEMBALI JEMBATAN

Bekerja Sama melalui Kemitraan antara Dinas PU Kecamatan Ngemplak BKM dan Kelompok Peduli tidak hanya membangun sebuah fisik jembatan saja, melainkan juga membangun Kebersamaan antara Masyarakat dan Dinas PU guna Mewujudkan kebersamaan. Dan tepatnya pada tanggal 15 November tahun 2009 pembangunan jembatan penghubung desa Ngargorejo dengan Desa Denggungan pun mulai dilaksanakan.

Gotong royong yang menjadi ciri khas warga desa terasa sangat kental, Semangat kerelawanan dan keikhlasan mereka terlihat begitu nyata untuk mewujudkan sebuah jembatan yang mereka impikan selama ini. Keterlibatan perempuan juga sangat nyata .

ALAT BERAT TIDAK BISA MASUK

Jembatan sepanjang 30 M dengan Lebar 2.5 M ini menggunakan stuktur Baja. Satu hal yang menjadikan kerja keras dari panitia kemitraan ini adalah pada saat akan memasang gelagar Baja. Gelagar Baja seberat 600 Kg sebanyak 8 buah ini ternyata ada sedikit kendala yaitu tidak bisanya alat berat masuk kelokasi jembatan. Karena tinggi sungai dengan Gelagar yang harus dipasang tidak memungkinkan untuk dipasang dengan alat Berat. Upaya melakukan kerjasama dengan pihak lain pun dilakukan, diantaranya minta bantuan Pihak AURI. Namun setelah disurvey ternyata Pihak AURI pun tidak mempunyai Alat untuk memasang Gelagar Baja seberat 600 Kg pihak AURI siap Menyediakan Bantuan Tenaga. Akhirnya Keputusan pun diambil yaitu memasang Gelagar baja sebanyak 8 Buah dengan berat masing masing 600 Kg dilakukan secara manual.

Dibimbing oleh Dinas PU sebagai Mitra , Pemasangan gelagarpun dimulai.

JEMBATANPUN SELESAI

pembangunan jembatan pun kini sudah jadi waaupun masih dibutuhkan finishing namun sudah bisa dipergunakan, selain sudah bisa dipergunakan, juga menjadikan warga kedua desa tersebut semakin dekat secara batin. Dari pancaran mata anak anak usia sekolah warga desa Ngargorejo terlihat sangat gembira karena  tidak lagi bersusah payah menyeberang sungai untuk menuju sekolah mereka yang terletak di desa Denggungan.

PLPBK


REGULER

One response

  1. PNPM Program sungguh bagus apabila Faskel nya ditawarkan pada Outsourcing yang baik, yang bertanggung jawab terhadap penentuan perencanaan, pelaksanaan serta target hasil atas objek yang dibawah Faskel binaanya. Untuk itu kami mohon diberi peluang untuk diberi kepercayaan menjadi konsultan wilayah atas pelaksanaan PNPM di Mojokerto, kota maupun Kabupaten. Kemi mempunyai beberapa konsep pemberdayaan yang dapat direalisir untuk mewarnai contoh sukses pelaksanaan program PNPM yang akan dipercayakan pembinaannya pada Yayasan kami.
    Mohon respons positif kami tunggu.

    Hormat kami,
    M Arif TP
    tilp. 0321-3359653
    http://www.freewebs.com/omzlearning
    Ketua Yayasan Tripada Mojokerto

    24 Januari, 2009 pukul 2:05 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s